Sekelebat IDE

Retorika

Menatap lurus, terus, tak putus,

Menembus kabut petang yang dingin dan halus,

Saat dingin tak sanggup menyentuh kulit, saat kelima indera sedikit terkatup. Saat mata bertemu kata, jiwa mulai berbahasa dalam ruang tanpa warna, menjawab retorika.

Ketika hanya pikiran dan jiwa yang bisa bicara, saat panca indera tak mau sampaikan pesannya. Saat seperti inilah aku butuh orang yang sepikiran denganku, dengan watak, sikap, dan pandangan yang sama,

Saat itu aku butuh orang itu, saat itu aku butuh diriku,

Bukan kau, bukan dia, bukan seorang pun, karena hanya aku dan diriku.


To Tumblr, Love Metalab

Get Tumblr Layouts